Biologi - Cacing


1.     PLATYHELMINTES
a.    TURBELLARIA
Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk rabdit (Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar yang jernih, air laut atau tempat lembab dan jarang sebagai parasit. Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara memotong tubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh Turbellaria antara lain Planaria dengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm dan hanya keluar di malam hari.
Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar)
b.    TREMATODA

Semua anggota kelas ini hidup secara parasit. Cacing menghisap makanan dari inang dengan mempergunakan batil penghisap yang terdapat di permukaan ventral. Kebanyakan larva dari cacing ynag termasuk termatroda hidup secara parasit. Inang yang ditumpangi larva berbeda dengan inang yang ditumpangi cacing dewasa. Inang dari larva biasanya siput-siputan. Cacing hati merupakan parasit yang berbahaya bagi domba dan lembu. Schistosoma dan cacing paru-paru merupakan parasit yang berbahaya bagi manusia yang hidup di daerah tropis.
PERANAN PLATYHELMINTES:
A.      Planaria menjadi salah satu makanan bagi organism lain.
B.      Cacing hati maupun cacing pita merupakan parasit pada manusia
2.    NEMATHELMINTES
a.     ASCARIS MEGALOCHEPALA


Persis sepeti Ascaris lumbricoides namun hospes tetapnya adalah hewan kuda, di dalam usus kuda.

           b.
WUCHERERRIA BANCROFTI



Hidup di dalam kelenjar limfe menyebabkan penyakit kaki gajah atau Elefantiasis/Filariasis. Ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex sp.


PERANAN NE MATHELMINTES:

Peranan nemathelminthes bagi kehidupan manusia secara ekonomi tidak ada yang menguntungkan bahkan merugikan. Nemathelminthes kebanyakan adalah parasit pada manusia, tanaman, dan hewan
3.    ANNELIDA
a.    OLIGOCHAETA

Oligochaeta adalah kelas dari filum Annelida. Namanya berasal dari kata oligo yang artinya sedikit dan chaeta yang artinya rambut kaku. Segmen pada tubuh Oligochaeta hanya terdapat sedikit setae. Segmen-segmen tertentu memiliki klitelum yang berfungsi untuk melindungi telur-telur. Reproduksinya dilakukan dengan cara hermafrodit namun tidak pernah terjadi pembuahan sendiri.
b.    POLYCHAETA
Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di laut. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yabg dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernapasan. Sebagian besar berukuran 5-10 cm, tetapi ada yang kurang dari 1 mm dan ada juga yang mencapai 3 m.
Badan Polychaeta beruas - ruas dan setiap ruas mempunyai parapodia dan seta. Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum)
Polychaeta memiliki kelamin terpisah dan ada yang hermaprodit. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksualdan aseksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh dan ada yang di dalam tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora.
Contoh jenis Polychaeta antara lain calm worm, cacing sorong, cacing wawo, cacing palolo, dan cacing nipah.
PERANAN ANNELIDA:
a.    Sebagai penyubur tanah
b.    Meningkatkan kadar humus dalam tanah
4.    ECHINODERMATA
a.    ASTERROIDEA
Bintang laut, walaupun dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish, hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies

b.    CRINOIDEA
• Termasuk echinodermata (echinus = landak, derma = kulit) • Dinamakan lili laut karena mirip bunga lili • Bertangkai : lili laut • Tak bertangkai : bintang bulu
Taksonomi : Kingdom : Animalia Filum : Echinodermata Kelas : Crinoidea Ordo : Comatulida Famili : Comasteridae Genus : Comaster Spesies : Comaster multifidus
Ciri fisik : • Makroskopis • Tak berkepala • Tak berduri • Memiliki bentuk seperti nenek moyangnya, yaitu oral ke atas. • Tubuh terdiri dari calyx (mangkuk kecil pelat kapur) & 5 buah tangan (panjang & lentur). • Rangka tubuh dari kalsium karbonat • Tangan bercabang 2 pada pangkal hingga seperti mempunyai 10 tangan. • Pada tangan terdapat barisan cabang-cabang kecil untuk menangkap makanan (pinula) • Ada tangkai panjang yang berguna untuk menempelkan crinoidea ini pada bebatuan. • Ada celah ambulakral bersilia di oral lengan dan pinula. • Ada cirri yang ada memanjang di ujung tangkai atau dibawah oral, berguna dalam melekatkan tubuh. • Rangka kapur sebagai rangka internal untuk perlindungan dan penegak. • Sistem saraf jala • Pernapasan dengan insang kulit
Sifat Hidup : Pergerakan : Air masuk ke pori, saluran batu, saluran cincin yang dikelilingi otot melingkar Maka masuknya air akan menyebabkan kontraksi otot untuk menggerakkan kaki
Proses Makan : Makan dengan menyaring air, plankton masuk ke celah ambulakral bersilia yang ada di lengan dan pinula, lalu dialirkan ke mulut. Organ pencernaan ada di calyx. Makanan dibuang melalui anus yang di dekat mulut.
Reproduksi • Gonad ada ada di pangkal pinula tangan. • Pembuahan di air laut. • Telur dilekatkan pada pinula. • Menetas jadi larva vitellaria yang tidak makan, berenang bebas. • Selanjutnya turun dan melekat di substrat dan bermetamorfosis jadi larva bertangkai kecil (larva pentacrinoid) – 6 minggu. • Beberapa bulan kemudian, cirri terbentuk, mahkota melepaskan diri dari tangkai dan hidup bebas.
PERANAN ECHINODERMATA:

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa . Acanthaster planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang.

5.    PORIFERA
a.    CALCAREA
Calcarea adalah anggota dari filum hewan Porifera. Rangka tubuh Calcarea tersusun dari kalsium karbonat.
Umumnya, Calcarea sangat kecil, hanya memiliki tinggi sekitar 3-4 inci. Dari 15.000 spesies Porifera yang ada, hanya 400 dari mereka merupakan anggota kelas Calcarea.
b.    HEXATINELLIDEA
Hexactinellida adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Porifera. Golongan ini spikulanya tersusun dari zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Hewan ini juga disebut spons gelas. Contoh dari kelas ini adalah Pheronema sp., Euplectella sp. [1]
PERANAN ECHINODERMATA:
Ubur – ubur ada yang dapat dimakan, misalkan Aurelia. Anemon laut atau mawar laut
banyak digunakan sebagai hiasan pada akuarium air laut. Di laut, hewan ini membentuk
suatu terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi
wisatawan, Taman Laut Bunaken, Bali dan Maluku misalnya. Selain itu, terumbu karang
merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.
6.    COELENTERATA
a.    HYDROZOA
Hydrozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria. Sebagian besar hewan Hydrozoa hidup di laut dan berkoloni. Siklus hidup sebagian besar Hydrozoa mencakup tahap polip yang aseksual dan tahap medusa yang seksual, misalnya Obelia. Ada pula yang tetap berbentuk polip misalnya Hydra. [

b.    SCYPHOZOA
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh.

PERANAN COELENTERATA:
a. Dalam perairan berperan sebagai plankton.
b. Penyusun terumbu karang yang ada di lautan.
c. Sebagai hiasan.
7. MOLUSCA
           a.  GASTROPODA
              
Siput atau keong adalah nama umum yang diberikan untuk anggota kelas moluska Gastropoda. Dalam arti sempit, istilah ini diberikan bagi mereka yang memiliki cangkang bergelung pada tahap dewasa. Dalam arti luas, yang juga menjadi makna "Gastropoda", mencakup siput dan siput bugil (siput tanpa cangkang, dalam bahasa Jawa dikenal sebagai resrespo). Kelas Gastropoda menempati urutan kedua terbanyak dari segi jumlah spesies anggotanya setelah Insecta (serangga). Habitat, bentuk, tingkah laku, dan anatomi siput pun sangat bervariasi di antara anggota-anggotanya.
Siput dapat ditemukan pada berbagai lingkungan yang berbeda: dari parit hingga gurun, bahkan hingga laut yang sangat dalam. Sebagian besar spesies siput adalah hewan laut. Banyak juga yang hidup di darat, air tawar, bahkan air payau. Kebanyakan siput merupakan herbivora, walaupun beberapa spesies yang hidup di darat dan laut dapat merupakan omnivora atau karnivora predator. Beberapa contoh Gastropoda adalah bekicot (Achatina fulica), siput kebun (Helix sp.), siput laut (Littorina sp.) dan siput air tawar (Limnaea sp.)
b.CEPHALOPODA
Cephalopoda adalah kelas dalam filum moluska. Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya —berarti "kaki di kepala"— diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, "ilmu mengenai cumi-cumi"), dan merupakan cabang dari malakologi.
Cephalopoda memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa jenisnya memiliki kemampuan mengingat dengan baik, bahkan dapat belajar.
Orang memanfaatkan anggota-anggota Cephalopoda sebagai bahan pangan dan dalam indus
PERANAN MOLUSCA:
Bisa digunakan sebagai pakan ternak dan ada juga yang bias dikonsumsi manusia, dan juga ada yang bias sebagai penghasil bahan baku perhiasan, seperti tiram yang bias menghasilkan mutiara.

8.ARTHROPODA
a. CRUSTACEA

Crustacea (baca: krustasea) adalah suatu kelompok besar dari arthropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum.[1] Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang, udang karang, serta teritip[1]. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat.[1] Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.[1]
b.ARACHNIDA
Arachnida adalah kelas hewan invertebrata Arthropoda dalam subfilum Chelicerata. Istilah arachnid berasal dari bahasa Yunani άράχνη atau arachne, berarti laba-laba,[1] dan juga merujuk pada figur mitologi Yunani, Arachne. Di dalamnya termasuk hewan seperti laba-laba, kalajengking, serta ketonggeng.

PERANAN ARTHROPODA:
Peranan Arthropoda seperti untuk makanan, makhluk pengurai, merugikan
manusia antara lain penyebab penyakit, hama tumbuhan, perusak kapal.


















1.PLATYHELMINTES
c.    TURBELLARIA
Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk rabdit (Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar yang jernih, air laut atau tempat lembab dan jarang sebagai parasit. Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara memotong tubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh Turbellaria antara lain Planaria dengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm dan hanya keluar di malam hari.
Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar)
d.    TREMATODA

Semua anggota kelas ini hidup secara parasit. Cacing menghisap makanan dari inang dengan mempergunakan batil penghisap yang terdapat di permukaan ventral. Kebanyakan larva dari cacing ynag termasuk termatroda hidup secara parasit. Inang yang ditumpangi larva berbeda dengan inang yang ditumpangi cacing dewasa. Inang dari larva biasanya siput-siputan. Cacing hati merupakan parasit yang berbahaya bagi domba dan lembu. Schistosoma dan cacing paru-paru merupakan parasit yang berbahaya bagi manusia yang hidup di daerah tropis.
PERANAN PLATYHELMINTES:
C.      Planaria menjadi salah satu makanan bagi organism lain.
D.     Cacing hati maupun cacing pita merupakan parasit pada manusia
2.NEMATHELMINTES
b.     ASCARIS MEGALOCHEPALA


Persis sepeti Ascaris lumbricoides namun hospes tetapnya adalah hewan kuda, di dalam usus kuda.

           b.
WUCHERERRIA BANCROFTI



Hidup di dalam kelenjar limfe menyebabkan penyakit kaki gajah atau Elefantiasis/Filariasis. Ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex sp.


PERANAN NE MATHELMINTES:

Peranan nemathelminthes bagi kehidupan manusia secara ekonomi tidak ada yang menguntungkan bahkan merugikan. Nemathelminthes kebanyakan adalah parasit pada manusia, tanaman, dan hewan
3.ANNELIDA
c.    OLIGOCHAETA

Oligochaeta adalah kelas dari filum Annelida. Namanya berasal dari kata oligo yang artinya sedikit dan chaeta yang artinya rambut kaku. Segmen pada tubuh Oligochaeta hanya terdapat sedikit setae. Segmen-segmen tertentu memiliki klitelum yang berfungsi untuk melindungi telur-telur. Reproduksinya dilakukan dengan cara hermafrodit namun tidak pernah terjadi pembuahan sendiri.
d.    POLYCHAETA
Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di laut. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yabg dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernapasan. Sebagian besar berukuran 5-10 cm, tetapi ada yang kurang dari 1 mm dan ada juga yang mencapai 3 m.
Badan Polychaeta beruas - ruas dan setiap ruas mempunyai parapodia dan seta. Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum)
Polychaeta memiliki kelamin terpisah dan ada yang hermaprodit. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksualdan aseksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh dan ada yang di dalam tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora.
Contoh jenis Polychaeta antara lain calm worm, cacing sorong, cacing wawo, cacing palolo, dan cacing nipah.
PERANAN ANNELIDA:
c.    Sebagai penyubur tanah
d.    Meningkatkan kadar humus dalam tanah
4.ECHINODERMATA
c.    ASTERROIDEA
Bintang laut, walaupun dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish, hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies

d.    CRINOIDEA
• Termasuk echinodermata (echinus = landak, derma = kulit) • Dinamakan lili laut karena mirip bunga lili • Bertangkai : lili laut • Tak bertangkai : bintang bulu
Taksonomi : Kingdom : Animalia Filum : Echinodermata Kelas : Crinoidea Ordo : Comatulida Famili : Comasteridae Genus : Comaster Spesies : Comaster multifidus
Ciri fisik : • Makroskopis • Tak berkepala • Tak berduri • Memiliki bentuk seperti nenek moyangnya, yaitu oral ke atas. • Tubuh terdiri dari calyx (mangkuk kecil pelat kapur) & 5 buah tangan (panjang & lentur). • Rangka tubuh dari kalsium karbonat • Tangan bercabang 2 pada pangkal hingga seperti mempunyai 10 tangan. • Pada tangan terdapat barisan cabang-cabang kecil untuk menangkap makanan (pinula) • Ada tangkai panjang yang berguna untuk menempelkan crinoidea ini pada bebatuan. • Ada celah ambulakral bersilia di oral lengan dan pinula. • Ada cirri yang ada memanjang di ujung tangkai atau dibawah oral, berguna dalam melekatkan tubuh. • Rangka kapur sebagai rangka internal untuk perlindungan dan penegak. • Sistem saraf jala • Pernapasan dengan insang kulit
Sifat Hidup : Pergerakan : Air masuk ke pori, saluran batu, saluran cincin yang dikelilingi otot melingkar Maka masuknya air akan menyebabkan kontraksi otot untuk menggerakkan kaki
Proses Makan : Makan dengan menyaring air, plankton masuk ke celah ambulakral bersilia yang ada di lengan dan pinula, lalu dialirkan ke mulut. Organ pencernaan ada di calyx. Makanan dibuang melalui anus yang di dekat mulut.
Reproduksi • Gonad ada ada di pangkal pinula tangan. • Pembuahan di air laut. • Telur dilekatkan pada pinula. • Menetas jadi larva vitellaria yang tidak makan, berenang bebas. • Selanjutnya turun dan melekat di substrat dan bermetamorfosis jadi larva bertangkai kecil (larva pentacrinoid) – 6 minggu. • Beberapa bulan kemudian, cirri terbentuk, mahkota melepaskan diri dari tangkai dan hidup bebas.
PERANAN ECHINODERMATA:

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa . Acanthaster planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang.

5.PORIFERA
c.    CALCAREA
Calcarea adalah anggota dari filum hewan Porifera. Rangka tubuh Calcarea tersusun dari kalsium karbonat.
Umumnya, Calcarea sangat kecil, hanya memiliki tinggi sekitar 3-4 inci. Dari 15.000 spesies Porifera yang ada, hanya 400 dari mereka merupakan anggota kelas Calcarea.
d.    HEXATINELLIDEA
Hexactinellida adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Porifera. Golongan ini spikulanya tersusun dari zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Hewan ini juga disebut spons gelas. Contoh dari kelas ini adalah Pheronema sp., Euplectella sp. [1]
PERANAN ECHINODERMATA:
Ubur – ubur ada yang dapat dimakan, misalkan Aurelia. Anemon laut atau mawar laut
banyak digunakan sebagai hiasan pada akuarium air laut. Di laut, hewan ini membentuk
suatu terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi
wisatawan, Taman Laut Bunaken, Bali dan Maluku misalnya. Selain itu, terumbu karang
merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.
6.COELENTERATA
c.    HYDROZOA
Hydrozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria. Sebagian besar hewan Hydrozoa hidup di laut dan berkoloni. Siklus hidup sebagian besar Hydrozoa mencakup tahap polip yang aseksual dan tahap medusa yang seksual, misalnya Obelia. Ada pula yang tetap berbentuk polip misalnya Hydra. [

d.    SCYPHOZOA
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh.

PERANAN COELENTERATA:
a. Dalam perairan berperan sebagai plankton.
b. Penyusun terumbu karang yang ada di lautan.
c. Sebagai hiasan.

7. MOLUSCA
           a.  GASTROPODA
              
Siput atau keong adalah nama umum yang diberikan untuk anggota kelas moluska Gastropoda. Dalam arti sempit, istilah ini diberikan bagi mereka yang memiliki cangkang bergelung pada tahap dewasa. Dalam arti luas, yang juga menjadi makna "Gastropoda", mencakup siput dan siput bugil (siput tanpa cangkang, dalam bahasa Jawa dikenal sebagai resrespo). Kelas Gastropoda menempati urutan kedua terbanyak dari segi jumlah spesies anggotanya setelah Insecta (serangga). Habitat, bentuk, tingkah laku, dan anatomi siput pun sangat bervariasi di antara anggota-anggotanya.
Siput dapat ditemukan pada berbagai lingkungan yang berbeda: dari parit hingga gurun, bahkan hingga laut yang sangat dalam. Sebagian besar spesies siput adalah hewan laut. Banyak juga yang hidup di darat, air tawar, bahkan air payau. Kebanyakan siput merupakan herbivora, walaupun beberapa spesies yang hidup di darat dan laut dapat merupakan omnivora atau karnivora predator. Beberapa contoh Gastropoda adalah bekicot (Achatina fulica), siput kebun (Helix sp.), siput laut (Littorina sp.) dan siput air tawar (Limnaea sp.)
b.CEPHALOPODA
Cephalopoda adalah kelas dalam filum moluska. Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya —berarti "kaki di kepala"— diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, "ilmu mengenai cumi-cumi"), dan merupakan cabang dari malakologi.
Cephalopoda memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa jenisnya memiliki kemampuan mengingat dengan baik, bahkan dapat belajar.
Orang memanfaatkan anggota-anggota Cephalopoda sebagai bahan pangan dan dalam indus
PERANAN MOLUSCA:
Bisa digunakan sebagai pakan ternak dan ada juga yang bias dikonsumsi manusia, dan juga ada yang bias sebagai penghasil bahan baku perhiasan, seperti tiram yang bias menghasilkan mutiara.

8.ARTHROPODA
a. CRUSTACEA

Crustacea (baca: krustasea) adalah suatu kelompok besar dari arthropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum.[1] Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang, udang karang, serta teritip[1]. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat.[1] Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.[1]





b.ARACHNIDA
Arachnida adalah kelas hewan invertebrata Arthropoda dalam subfilum Chelicerata. Istilah arachnid berasal dari bahasa Yunani άράχνη atau arachne, berarti laba-laba,[1] dan juga merujuk pada figur mitologi Yunani, Arachne. Di dalamnya termasuk hewan seperti laba-laba, kalajengking, serta ketonggeng.

PERANAN ARTHROPODA:
Peranan Arthropoda seperti untuk makanan, makhluk pengurai, merugikan
manusia antara lain penyebab penyakit, hama tumbuhan, perusak kapal.























TUGAS BIOLOGI








D

I

S

U

S

U

N
OLEH:


Muh. Ruslan











TUGAS BIOLOGI







D

I


S

U

S

U

N
OLEH:


                                               NAMA:abdurrahman
                  Kelas:X.2
                  NIS:11.1672

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar